• Disnakkanla Garut
  • Disnakkanla Garut
  • Disnakkanla Garut
Selamat datang di Website resmi Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut

    Hj. Indriana Soemarto

    "Selamat Datang di Website Resmi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut "

     

    Tidak ada Pengumuman

Kondisi Umum Daerah

Kamis, 26 Februari 2015 09:13


Kabupaten Garut terletak di sebelah Selatan dari ibukota Propinsi Jawa Barat, secara administratif berbatasan di sebelah Utara dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, sebelah Timur dengan Kabupaten Tasikmalaya, sebelah Selatan dengan Samudra Indonesia dan sebelah Barat dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur. Luas wilayahnya sekitar 3.065,19 Km2. Wilayah tersebut terbagi atas 42 Kecamatan,  21 Kelurahan dan 403 Desa. Secara geografis terletak diantara  60 56‘ 49 “ –   70 45 ‘ 00“ Lintang Selatan dan 107 0 25’ 8” - 108 0 7’ 30” Bujur Timur. Kabupaten Garut, dalam perkembangannya mengalami perubahan yang cukup signifikan, hal ini banyak dipengaruhi oleh letak geografis yang cukup strategis karena berbatasan dengan ibukota Propinsi Jawa Barat. Berdasarkan geografis Kabupaten Garut dibagi ke dalam 3 (tiga) wilayah yaitu Wilayah Utara, Wilayah Tengah dan Wilayah Selatan. Kebijakan pembagian wilayah ini dimaksudkan agar terjadinya spesialisasi wilayah sesuai dengan potensinya masing-masing.

Kondisi topografi Kabupaten Garut mempunyai ketinggian tempat yang  bervariasi antara wilayah yang paling rendah sampai yang paling tinggi yaitu menurut pembagian sebagai berikut 0 - 100 m dpl, 100 - 500 m dpl, 500 - 1500 m dpl dan > 1.000 m dpl.  Pada umunya Kabupaten Garut terletak pada ketinggian 500 -1.000 m dpl, yaitu meliputi areal seluas 133.887 ha atau sebesar 43,68 % dari seluruh wilayah, > 1.000 m dpl meliputi luas areal sebesar 85.044 ha atau sebesar 27,75 %  dan 100 – 500 m dpl meliputi areal seluas 58.995 ha atau sebesar 19,25 %.  Wilayah yang berada pada ketinggian 0 sampai lebih dari  1.000 m dpl, mayoritas terdapat di Wilayah Garut Selatan, sedangkan pada ketinggian 100 sampai dengan lebih dari 1.000 m dpl terdapat di Wilayah Garut Tengah dan Garut Utara . Luas wilayah Kabupaten Garut menurut kemiringan lahan  bervariasi mulai dari  0 - 2 %, 2 - 15%, 15 – 40 % dan > 40 %. Kabupaten Garut memiliki kemiringan lahan  15 – 40 % mencapai luas areal sebesar  110.365 ha atau sebesar 36,01 %, lebih dari 40% mencapai luas areal sebesar 125.519 ha atau sebesar 41,15 %. Umumnya Wilayah di Kabupaten Garut memiliki kemiringan rata-rata di atas 15 % yaitu mencapai seluas 236.193 ha atau sebesar 77,06 %. Dilihat dari keadaan kemiringan lahan tersebut bahwa Kabupaten Garut memiliki potensi dan permasalahan fisik yang mempengaruhi pengembangan wilayah, hal ini  tercermin dari faktor alamiah, bentuk morfologi wilayah dan pola kegiatan pengolahan lahan.

Daerah sebelah Utara, Timur dan Barat secara umum merupakan daerah dataran tinggi dengan kondisi alam berbukit-bukit dan pegunungan, sedangkan kondisi alam daerah sebelah Selatan sebagian besar permukaan tanahnya memiliki kemiringan yang relatif curam. Kabupaten Garut dengan memiliki iklim tropis, curah hujan yang cukup tinggi, hari hujan yang banyak dan memiliki keadaan lahan yang subur serta ditunjang dengan banyaknya aliran sungai, menyebabkan sebagian besar dari luas wilayahnya dipergunakan untuk lahan pertanian.

Tanah sebagai sumber daya alam dengan fungsinya yang jamak adalah unsur dan tumpuan harapan utama bagi kehidupan maupun kelangsungan hidup manusia, melalui pengolahan lahan. Kesesuaian lahan dapat memberikan indikasi terhadap potensi dan kendala dalam pengembangan pembangunan pertanian. Klasifikasi usahatani berdasarkan macam lahannya, ada 2 (dua) pola pokok yaitu pola usahatani lahan basah dan pola usahatani lahan kering. Kabupaten Garut merupakan daerah agraris, penggunaan lahan di Kabupaten Garut masih didominasi oleh kegiatan pertanian baik pertanian lahan basah maupun lahan kering, kegiatan perkebunan dan kehutanan.

Penggunaan tanah di Kabupaten Garut secara garis besar dapat dikelompokan atas :

  1. Kawasan hutan sebesar 31,58% yang terdiri atas hutan lindung dan hutan produksi
  2. Kebun dan kebun campuran sebesar 18,38% yang terdiri dari perkebunan rakyat
  3. Perkebunan besar dengan luasan mencapai sekitar 8,80%
  4. Persawahan mencapai sekitar 16,14% dan sisanya merupakan lahan pemukiman dan lain-lain.

Kemampuan tanah berdasarkan kedalaman efektif tanah merupakan kondisi dimana tanaman dapat tumbuh karena perakaran tanaman dapat menembusnya secara vertikal. Kedalam efektif tanah di Kabupaten Garut dikelompokan menjadi 4 (empat) kelompok yaitu kedalaman kurang dari 30 cm,  30 - 60 cm, 61 - 90 cm dan lebih dari 90 cm. Pada umumnya Kabupaten Garut memiliki ke dalam efektif tanah yang baik yaitu berkisar antara 61 –  90 cm. 

Kondisi geografis dan iklim di Kabupaten Garut mengindikasikan wilayah ini sangat potensial dalam pengembangan sektor peternakan dan perikanan. Itulah sebabnya Garut dikenal sebagai salah kabupaten di Jawa Barat yang memiliki potensi peternakan dan perikanan yang cukup besar untuk dikembangkan. Itulah sebabnya keberadaan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan memiliki posisi strategis dalam pengembangan pembangunan di wilayah ini.

Dilihat dari keterangan tersebut diatas bahwa daya dukung wilayah terhadap peternakan di Kabupaten Garut yaitu pengembangan usaha peternakan terutama ternak ruminansia diantaranya sapi perah, sapi potong, domba, kambing dan unggas sangat potensial untuk dikembangkan. Secara kondisi lingkungan fisik Kabupaten Garut (iklim, jenis tanah dan keadaan lahan) dan luasan lahan sebagai tempat hidup ternak dan media tumbuh bagi hijauan makanan ternak (HMT) sangat menunjang terhadap perkembangan peternakan. Oleh sebab itu, daya dukung wilayah dan pola pertanian di Kabupaten Garut perlu dipadukan (integrasi) untuk  kelangsungan usaha ternak.

Komoditas unggulan Kabupaten Garut di sektor peternakan antara lain Sapi Perah, Sapi Potong, Domba, Kambing, Ayam Ras Pedaging, Ayam Buras dan Itik. Pencapaian populasi ternak tahun 2013 meliputi Sapi Perah sebesar 22.154 ekor, Sapi Potong 29.278 ekor, Domba 942.829 ekor, Ayam Ras Pedaging 546.245 ekor, Ayam Buras 1.578.234 ekor dan Itik 238.761 ekor.

Selain mendukung pengembangan usaha di sektor peternakan, kondisi geografis Kabupaten Garut juga sangat potensial sebagai basis pengembangan komoditas perikanan. Kabupaten Garut memiliki potensi perikanan budidaya seluas 26.000 Ha mencakup perikanan budidaya Kolam Air Tenang (KAT), Kolam Air Deras (KAD) dan Mina Padi. Selain itu Kabupaten Garut juga memiliki potensi tambak seluas 1000 Ha dan potensi perairan umum (Danau/Rawa) seluas 258 Ha serta sungai sepanjang 1.290 Km.

Di sektor kelautan, Pantai selatan Kabupaten Garut memiliki potensi berupa Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil laut dengan luas areal penangkapan ± 28. 560 km2 dan diestimasi memiliki potensi lestari (MSY) sebesar 166.667 ton/tahun. Sementara untuk zona teritorial (12 mil laut) memiliki potensi sebesar 10.000 ton/tahun.Sampai saat ini nelayan Kabupaten Garut baru memanfaatkan zona teritorial dengan hasil tangkapan sampai tahun 2013  baru mencapai 4.834 Ton (atau sekitar 50% dari potensi yang ada). Hal ini disebabkan karena armada penangkapan yang dimiliki saat ini baru berupa perahu/kapal ukuran kecil (5-10 GT).

Potensi perikanan yang umumnya ditangkap di perairan selatan Kabupaten Garut diantaranya adalah Tuna, Tongkol, Cakalang, Cumi-cumi, Layur, Kakap, Bawal Hitam, Kerapu, Baronang, Cucut Botol, Lobster dan ikan hias.Disamping ikan-ikan tersebut juga terdapat rumput laut yang cukup potensial.

 

sumber foto : parokisamarga.files.wordpress.com




Baca juga

Kewajiban dan Larangan PNS
Tantangan Yang Dihadapi Dinas

0 Komentar

tidak ada komentar

Nama Lengkap
Email
Website (optional)
Komentar
Anti Spam :