• Disnakkanla Garut
  • Disnakkanla Garut
  • Disnakkanla Garut
Selamat datang di Website resmi Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut

    Hj. Indriana Soemarto

    "Selamat Datang di Website Resmi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut "

     

    Tidak ada Pengumuman

Hadi Apriliawan, Inovator Pengawetan Susu dengan Teknologi Kejut Listrik

Kamis, 19 Maret 2015 08:26


Latar Belakang Ditemukannya "Susu Listrik"

Bermula dari pengalamannya di masa kecil ketika melihat ayahnya seringkali membuang susu sapi basi dalam jumlah yang banyak, Hadi Apriliawan tergerak untuk menciptakan suatu teknologi yang bisa membuat susu tidak cepat basi. Susu sapi segar biasanya hanya bisa bertahan selama lima jam di ruang terbuka, setelah itu basi.

Nyatanya, permasalahan itu tidak hanya dialami oleh ayah Hadi saja, Ngalamers. Hadi juga melihat pemasalahan serupa banyak timbul di kalangan peternak susu. Susu yang dijual di peternak dihargai sangat rendah karena Total Plate Count (TPC) yang tinggi atau jumlah bakteri dalam susu yang tinggi. Selain itu, banyak pula diantara masyarakat desa yang telah minum susu hasil perahan justru malah jatuh sakit. Fenomena itulah yang menggerakkan hati dan membangunkan pemikiran kreatif Hadi untuk menciptakan sebuah alat yang mampu menjawab probelamatika klasik di kalangan masyarakat dan peternak susu.

Biasanya, untuk menyelamatkan susu dari serangan bakteri patogen yang membuatnya cepat basi adalah dengan teknologi pasteurisasi sistem thermal. Teknologi ini mempunyai prinsip membunuh bakteri dengan pemanasan. Padahal, hal tersebut justru membuat kandungan protein atau zat gizi dalam susu yang bermanfaat bagi tubuh berkurang, Ngalamers. Latar belakang itulah yang kemudian membuat Hadi memeras otak untuk menciptakan sebuah alat pasteurisasi susu dengan sistem non thermal sehingga bisa membunuh bakteri jahat dan mempertahankan kandungan gizi dalam susu.

Hadi Apriliawan dan Alat Kejut Listrik

Riset tentang alat pasteurisasi dengan sistem non thermal itu kemudian dilakukan oleh Hadi mulai tahun 2009 ketika masih menjadi mahasiswa Universitas Brawijaya. Dari riset tersebut, Hadi mendapati beragam bakteri jahat yang bisa membuat susu menjadi mudah basi, Ngalamers. Bakteri jahat yang dimaksud antara lain seperti Escherichia Coli, Klebsiella, Shigella, Enterobacter, Pseudomonas, dan Staphylococcus aureus yang bisa menyebabkan diare.

Teknologi pasteurisasi dengan sistem non thermal yang dikembangkan Hadi saat melakukan riset tersebut yakni dengan menggunakan metode kejut listrik. "Saya mengambil teori lompatan proton dalam elektron. Bila kita amati di laboratorium, susu memiliki rongga-rongga atau ruang. Rongga-rongga ini kita isi dengan proton untuk membunuh bakteri patogen," jelas Hadi. "Ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan menggunakan sistem pasteurisasi tradisional dengan cara memanaskan susu. Kalau susu dipanaskan dengan suhu tinggi, banyak kemungkinan proteinnya akan rusak atau berkurang," imbuhnya.

Dari hasil penelitiannya, Hadi bisa membuktikan bahwa metode yang ia sebut dengan "Susu Listrik" itu bisa menjaga kadar protein pada susu tetap mencapai 95%-98%. "Kenapa protein tetap bertahan? Karena pasteurisasi-nya tidak berbasis termal. Selain itu, bila memakai sistem biasa, susu hanya bertahan sampai tiga hari. Kalau dengan susu listrik ini bisa satu minggu," paparnya.

Dilihat dari segi pemakaian listrik, teknologi temuan Hadi Apriliawan itu tergolong cukup hemat energi. Pasalnya, Susu Listrik hanya menggunakan daya 90 watt. Lebih efisien dibandingkan dengan pasteurisasi biasa yang memakai listrik 1000 watt-1500 watt, Ngalamers.

Sekarang ini, para peternak sapi perah di Malang sudah banyak yang memakasi alat susu listrik temuan Hadi Apriliawan. Para peternak itu hanya perlu memerah susu sapi, langsung ditaruh di wadah aluminium kemudian diberi kejut listrik. Selanjutnya bisa disimpan dengan wadah tertutup. Dengan begitu, susu akan bisa bertahan sampai satu minggu tanpa harus disimpan di lemari pendingin, Ngalamers.

Kini tidak hanya peternak saja yang memanfaatkan teknologi ciptaan Hadi, bahkan sudah banyak perusahaan susu memesan alat tersebut. Untuk perusahaan susu atau peternak yang memiliki tempat peternakan jauh dari rumah, alat Susu Listrik itu sudah bisa dipakai secara mobile dengan menggunakan dinamo.

Realisasi Impian Hadi Apriliawan

Hasil temuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat itu kemudian Hadi patenkan untuk kemudian ia produksi secara masal. Hadi bahkan mulai membuka tempat usaha yang ia beri nama "CV Inovasi Anak Negeri". Dari situlah Hadi memulai bisnis alat pasteurisasi modern tersebut, Ngalamers. Produknya sendiri sudah dijual di pasaran dengan harga yang bervariasi.

Sejumlah konsumennya tidak hanya berasal dari Kota Malang saja. Ada juga konsumen asal Jakarta, Bogor, Lembang, Kepanjen, dan lainnya. Hadi mendesain alat untuk daya tampung susu mulai dari 5 liter, 10 liter, 20 liter, 25 liter, 50 liter dan 100 liter. Harganya sendiri disesuaikan dengan daya tampung, yakni mulai dari Rp 7,5 juta hingga Rp 80 juta.

Susu Listrik hasil inovasinya itu telah membawa Hadi dikenal dunia akan berbagai prestasi gemilang serta penghargaan yang diterimanya. Sebut saja diantaranya seperti Juara Pertama "Global Innovation Through Science and Technology" di Abu Dhabi tahun 2011. Di tahun itu pula Hadi menerima sebuah penghargaan yang diberikan oleh Kementrian Riset dan Teknologi, yakni "Technopreneurship Pemuda 2011", Ngalamers. Lalu di tahun 2012, Hadi akan menuju kompetisi final dalam ajang "Global Innovation Through Science and Technology" di Amerika Serikat.

"Yang hebat di dunia ini bukanlah tempat dimana kita berada. Melainkan arah yang kita tuju. Arah yang ku tuju adalah pendidikan untuk mengawali hidup menyongsong masa depan. Kita tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda. Tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan." - Hadi Apriliawan -

Thanks to

Sumber & Foto:
Inilah.com 
www.susulistrik.com 
susulistrik.blogspot.com 
Hadi Apriliawan 

 




Baca juga

Budidaya Ikan Gurami, ikan Indonesia yang Mendunia
Ikan air tawar dan air laut dalam satu Aquarium
Budidaya Ikan Tanpa Minyak Ikan di Jerman
Tekhnik Ternak Ayam Kampung
TEKNOLOGI HI-FER BETERNAK TANPA RUMPUT

0 Komentar

tidak ada komentar

Nama Lengkap
Email
Website (optional)
Komentar
Anti Spam :