• Disnakkanla Garut
  • Disnakkanla Garut
  • Disnakkanla Garut
Selamat datang di Website resmi Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut

    Hj. Indriana Soemarto

    "Selamat Datang di Website Resmi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut "

     

    Tidak ada Pengumuman

Ikan Nila Varietas Unggul

Senin, 29 Mei 2017 13:04


Ikan Nila Varietas Unggul

 

Ikan Nila merupakan komoditas perikanan yang dicanangkan sebagai salah satu satu komoditas unggulan untuk dikembangan di Indonesia. Selain mudah dibudidayakan, jenis ikan ini sudah sangat di kenal di masyarakat sehingga mudah untuk dikembangkan. Minat konsumsi masyarakat terhadap komoditas Ikan Nila, juga turut mendorong perkembangan budidaya jenis ikan. Disamping untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Ikan Nila juga berpotensi sebagai komoditas ekspor unggulan. Indonesia saat ini tercatat sebagai pengekspor Ikan Nila terbesar ketiga setelah Cina dan Mesir. Ekspor Nila asal Indonesia terutama ditujukan ke Jepang.

Melihat potensi Ikan Nila tersebut, berbagai lembaga penelitian mulai melirik pada pengembangan jenis Ikan Nila terutama dalam pengembangan jenis-jenis varietas unggulan. Salah satu lembaga penelitian yang mulai melirik pengembangan varietas Ikan Nila adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pengembangan jenis ikan ini terutama didasarkan pada kenyataan banyaknya lahan pertambakan yang dalam keadaan terlantar. Saat ini diperkirakan sekitar 30-40 persen dari total 1,2 juta hektare lahan pertambakan dalam kondisi memprihatinkan. Di Jawa Barat sendri hanya sekitar 40 persen dari 75 ribu hektare lahan pertambakan yang dimanfaatkan untuk budidaya udang dan ikan bandeng.

Menurut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan A Iskandar, terlantarnya lahan ini akibat rendahnya produktivitas lahan karena tak tersedianya induk dan benih ikan yang berkualitas unggul, harga pakan ikan yang tinggi serta gagal panen akibat serangan penyakit. Mengingat kondisi tersebut, BPPT kemudian meluncurkan varietas Ikan Nila Salin. Menurut Deputi Kepala Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT Listyani Wijayanti, ikan Nila Salin merupakan hasil riset bioteknologi melalui proses ”diallel crossing” dari delapan varietas ikan nila hasil seleksi.  Dilihat dari sisi fisik, Ikan Nila salin bentuk maupun tingkah lakunya seperti ikan nila biasa saja.

Nila Salin memiliki keistimewaan karena meskipun merupakan jenis ikan air tawar namun sangat toleran terhadap perairan payau maupun laut dengan salinitas di atas 20 ppt. Selain itu Ikan Nila

Salin memiliki keunggulan lain diantaranya tahan terhadap penyakit serta pertumbuhan yang cukup cepat.

 

Disamping BPPT, salah satu lembaga yang konsisten secara terus-menerus mengembangkan varietas Ikan Nila adalah Balai Pengembangan Benih Ikan Air Tawar (BPBIAT) Wanayasa, yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Jenis Ikan Nila yang dikembangkan dilembaga ini dikenal dengan sebutan Nila Nirwana.

Nila Nirwana pertama kali dikembangkan BPBIAT pada Tahun 2006. Nila ini dikenal produktif dan banyak disukai masyarakat. Pada Tahun 2012, BPBIAT kembali meluncurkan varietas Ikan Nila jenis baru yang dikenal dengan nama Nirwana Generasi Kedua atau Nirwana G2. Menurut Kepala BPBIAT, Nirwana G2 ini lebih unggul dibanding generasi pendahulunya karena memiliki laju pertumbuhan hingga 15% lebih cepat dibanding jenis Nila biasa.

 

Berikut ini tips Aplikasi Teknologi Budidaya Ikan Nila Nirwana dengan media kolam tanah:

1. PEMATANGAN GONAD

Pematangan gonad  nila Nirwana bisa dilakukan di kolam tanah. Caranya, siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan selama 2  4 hari dan perbaiki seluruh bagian kolam; isi air setinggi 60  80 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 400 ekor induk; beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3 persen/hari (3 kg) setiap hari. Catatan : induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

Catatan : induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

2. SELEKSI INDUK

Seleksi induk dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Tanda induk betina : tubuh memanjang; warna agak kusam; perut agak gendut, gerakan lamban, lubang kelamin ada dua dan mebulat, satu lubang telur, satu lubang kencing dan berukuran 300  500 gram. Tanda induk jantan : tubuh membulat; warna cerah; bersirip kemerahan; gerakan lincah, satu buah lubang kelamin yang memanjang, terkadang keluar cairan putih bening bila dipijit lubang kelaminnya, dan berukuran antara 400  500 gram.

3.  PEMIJAHAN

Pemijahan dilakukan dengan cara: Siapkan kolam ukuran 500 m2; perbaiki seluruh bagiannya; keringkan selama 3  5 hari; isi air setinggi 40  60 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 300 ekor induk betina; masukan pula 100 ekor induk jantan; biarkan memijah; panen larva dilakukan pada hari ke 14  20 dengan sekup net di permukaan kolam.

4. PENDEDERAN

Pendederan I

Pendederan pertama dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan 4  5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya;

 tebarkan 5  7 karung kotoran ayam; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 50.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1  2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; setelah 2 minggu, sebar ke kolam lain bila penuh; panen dilakukan setelah berumur 3 minggu.

Pendederan II

Pendederan kedua dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan 4  5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 10  15 karung kotoran ayam ; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 40.000 ekor (telah diseleksi); beri 3  5 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen setelah berumur sebulan.

Pendederan III

Pendederan ketiga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan 4  5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 10  15 karung kotoran ayam ; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 20.000 ekor ukuran 5  8 cm (telah diseleksi); beri 3  5 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam; panen setelah berumur sebulan.

5.  PEMBESARAN

Pembesaran di kolam tanah

Pembesaran nila Nirwana bisa dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan sebuah kolam ukuran 1.000 m2; perbaiki seluruh bagiannya; tebarkan 10  15 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 60 cm dan rendam selama 5 hari; masukan 50 kg benih (10.00 ekor ukuran 10  12 cm atau 20 gram/ekor atau disebut juga sangkal) hasil seleksi; beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan; alirkan air secara kontinyu; lakukan panen setelah 3 bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi sebanyak 200  300 kg.

Pembesaran di KJA (Keramba  Jaring Apung)

Pembesaan nila Nirwana  bisa juga dilakukan di KJA. Pembesaran ini tidak sebagai komoditas utama, tetapi sebagai komoditas sampingan. Caranya, siapkan sebuah kolam jaring apung lapis kedua; masukan 200 kg benih (sangkal); selama pemeliharaan tidak diberi pakan tambahan, tetapi hanya memanfaatkan pakan sisa ikan mas; Panen dilakukan setelah 3 bulan. Satu unit KJA dapat meghasilkan ikan konsumsi sebanyak 400  500 kg.

Selamat mencoba!

Sumber:

www.bpbiat.wordpress.com




Baca juga

Jenis Kandang Sapi Berdasarkan Peruntukannya
Domba Garut antara atraksi dan peternakan
Ikan Hias Garut Digandrungi Pasar Luar Negeri
Pantai Selatan Garut diterjang Gelombang tinggi
MERAIH UNTUNG DARI BISNIS AYAM KAMPUNG

0 Komentar

tidak ada komentar

Nama Lengkap
Email
Website (optional)
Komentar
Anti Spam :